Polusi
merupakan salah satu permasalahn yang ada di dalam masyarakat Indonesia, baik
itu polusi udara, polusi suara, polusi air, maupun polusi tanah.Namun
permasalahan yang timbul di masyarakat perkotaan seiring dengan perkembangan
penduduk seringkali dapat menimbulkan masalah polusi, khususnya polusi udara.
Hal tersebut terjadi karena semakin bertambahnya pula tingkat kepemilikan
kendaraan.Masalah seperti ini juga terjadi di kota Bengkulu yang semakin hari
semakin bertambah pula intensitas penggunaan kendaraannya di jalan.Tetapi, hal
tersebut justru tidak seimbang dengan ruang hijau yang tersedia di kota
bengkulu, karena pemerintah kurangikut andil atau memberikan perannya dalam pengadaan
ruang hijau di kota Bengkulu, guna mengurangi polusi udara yang setiap hari
kian meningkat.
Selain
permasalahan mengenai kendaraan, kota Bengkulu juga mulai banyak dibangun
gedung-gedung, seperti : hotel, ruko, dan mall, yang secara otomatis dapat
menggunakan lahan yang tidak sedikit dan bisa saja lahan yang digunakan
tersebut, yang tadinya merupakan salah
satu lahan atau daerah yang digunakan sebagai sarana penyerapan air hujan,
namun justru dialih fungsikan sebagai tempat dibangunnya gedung-gedung
tersebut. Hal ini semakin mempersempit lahan hijau, yang semestinya diharapkan
bisa menyeimbangkan antara polusi yang dihasilkan dari masyarakat pengguna
kendaraan dengan lahan hijau yang tersedia. Salah satu solusi yang bisa
dilakukan untuk mengatasi permasalahn tersebut adalah adanya ruang hijau
publik, karena ruang hijau merupakan sarana yang dapat menjadi “paru-paru” kota
yang dapat menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida.Kemudian, ruang
hijau publik yang dimaksud disini adalah taman kota.Karena kota Bengkulu
sendiri pun belum mempunyai sebuah taman kota yang mampu menjadi ruang hijau
publik, baik sebagai pengurang polusi maupun sebagai sarana rekreasi bagi
masyarakat kota. Dengan adanya taman kota ini, bisa menjadi
sarana yang baik untuk berkumpulnya antar anggota masyarakat dari semua
golongan baik tua maupun muda yang sembari menikmati kerindangan dan kesejukan
alam hasil dari taman kota tersebut tanpa perlu jauh-jauh pergi ke daerah
pegunugan seperti ke daerah Kepahiang dan Curup, karena jika demikian pasti
membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan tentu saja tidak efektif
Taman kota ini nantinya dirancang
pengadaannya dengan berbagai fasilitas yang memadai sekaligus dapat mendukung
peran dan tujuan yang memang seharusnya, pertama lahan
yang luas dan letaknya yang tergolong strategis dan mampu dijangkau dari arah
mana saja agar tidak menjadi hambatan bagi siapapun yang ingin datang kesana.
Kedua, taman kta tersebut harus dipenuhi dengan pepohonan hijau yang rindang
dan harus ditata dengan seefisien mungkin sehingga menimbulkan rasa nyaman dan
sejuk bagi siapapun yang berada disana. Ketiga, diharapkan juga untuk tersedianya
bangku-bangku panjang, tempat ibadah, wc umum, jogging track,tempat sampah, dan
berbagai fasilitas bermain untuk anak-anak seperti : ayunan, perosotan,jaring
laba-laba dan lain sebagainya masih banyak lagi yang dapat diletakkan disana
dan tentu saja harus bersifat aman untuk digunakan oleh anak-anak.
Tambahannya,
di taman kota ini harus dilengkapi dengan aturan bahwa adanya larangan bagi
para pedagang, baik itu pedagang asongan maupun pedagang besar untuk berjualan
disana karena taman kota ini di rancang sedemikian rupa dengan fokus tujuan selain sebagai ruang hijau publik, yakni juga sebagai
tempat rekreasi bebas sampah, dan yang di khawatirkan ada jika taman dipenuhi
oleh para penjual yang berjualan secara sembarangan, akan dapat menimbulkan
banyak sampah dari tangan-tangan nakal yang membuang sampah secara sembarangan.
Untuk
mewujudkan rancangan mengenai taman kota dari ruang hijau tersebut,sangat dibutuhkan peran pemerintah guna
mendukung terwujudnya rancangan taman kota dalam berbagai aspek, termasuk dalam
bentuk penyediaan lahan dan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat dalam
menuangkan ide-ide kreatif mereka untuk menunjang dibuatnya taman kota di
Bengkulu. Karena, tanpa adanya bantuan dari pemerintah dalam bentuk penyediaan
lahan dan fasilitas, masyarakat tidak akan
bisa bergerak untuk dapat memulai dalam membuat rancangan taman kota yang sudah
direncanakan, termasuk menghadirkan ciri khas provinsi bengkulu yaitu bunga
rafflesia dan kain besurek, yang diharapkan pada kelanjutannya bisa membuat
kota Bengkulu dikenal tidak hanya melalui taman kota nya semata, namun juga
mempunyai sebuah ciri khas yang dapat membuat Bengkulu berbeda dan istimewa
dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Namun,
selain dalam wujud bantuan pemerintah dalam penyediaan lahan dan fasilitas,
dibutuhkan pula turun tangan langsung dari masyarakat untuk membantu
terwujudnya rancangan taman kota tersebut. Hal tersebut, dapat dimulai dengan
membangun “Mentalitas” dalam diri masyarakat itu sendiri, dimana mentalitas
disini yang dimaksud adalah bagaimana cara kita berpikir dan berperasaan dalam
bertindak. Maksudnya, masyarakat harus benar-benar mendukung proses pembangunan
taman kota tersebut, selain membantu pemerintah dalam pembangunannya,
masyarakat juga benar-benar harus menjaga fasilitas yang sudah diberikan oleh
pemerintah, dengan cara mengatasi tangan-tangan nakal yang seringkali
mementingkan keperluan pribadinya sendiri, Misalnya dengan mengambil
lampu-lampu jalan yang digunakan sebagai pernerang jalan bagi pengguna
jalan,serta merusak fasilitas yang sudah tersedia di taman kota tersebut,
seperti tidak membuang sampah pada tempatnya, atau meletakkan sampah pada
tempat yang salah, seharusnya organik justru diletakkan ditempat anorganik,
tidak menjaga kebersihkan wc umum setelah menggunakan wc umum tersebut, merusak
bangku-bangku, mengotori tempat ibadah yang seharusnya benar-benar dijaga
kebersihannya karena untuk tempat beribadah, serta mengedukasi
anak-anak agar dapat timbul rasa kepedulian dan rasa cinta terhadap taman kota
tersebut.
Dengan demikian, pengadaan ruang hijau
publik di tengah masyarakat, yakni taman kota di kota Bengkulu memang perlu di
rancang pengadaannya. Karena taman kota yg selama ini belum pernah Kota
Bengkulu miliki, dapat dijadikan salah satu ikon bagi kota, disamping dari tujuan
utama nya yaitu sebagai salah satu alternatif penanggulangan atas polusi udara,
dan yang membantu meringankan masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat
sekarang.
Ciri khas yg
bisa di tampilkan dari Bengkulu dapat berupa hal-hal yg memang selama ini telah
menjadi khas dari budaya maupun khas alam nya provinsi Bengkulu, yakni batik
besurek, bunga raflesia, dan sebagainya.
Sehingga,
selain dapat menikmati nuansa alam yang terdapat di taman kota ini, siapapun
masyarakat yang berkunjung dari semua golongan baik muda maupun tua, baik masyarakat
sekitar maupun masyarakat yang berasal dari luar kota Bengkulu, khususnya untuk
masyarakat Bengkulu,diharapkan untuk dapat tetap merasa bangga akan budaya
sendiri, lalu akan timbul pula rasa cinta untuk tetap selalu mempertahankan keaslian
dan keindahan dari budaya tersebut agar tidak terkontaminasi dengan
budaya-budaya yang tidak diharapkan masuk ataupun yang merusak budaya sendiri.
Dan bagi
masyarakat di luar kota Bengkulu, baik masyarakat yang berasal dari indonesia
sendiri maupun yang berasal dari warga asing atau luar Indonesia, akan dapat
semakin mengenal bagaimana budaya dari kota Bengkulu, yang memang kaya akan
budaya dan alam yang memang patut untuk di lestarikan.